Legal Sociology Analysis on the Delayed Registration of Early Marriages in Ngariboyo, Magetan

Authors

  • Muhammad Ali Murtadlo Institut Agama Islam Negeri Ponorogo, Indonesia
  • Desy Nurya Rhomadhoni Institut Agama Islam Negeri Ponorogo, Indonesia

Keywords:

early marriage, legal sociology, marriage registration

Abstract

Marriage registration is an administrative requirement that must be fulfilled in a marriage. Article 2, paragraph 2 of Law No. 1 of 1974 stipulates that a marriage must be registered according to the prevailing laws. Furthermore, Article 7, paragraph 1 of the Compilation of Islamic Law states that a marriage can only be proven with a Marriage Certificate issued by the Marriage Registration Officer. Thus, marriage registration is crucial to obtain a Marriage Certificate, which serves as an authentic proof and legal guarantee. However, in Ngariboyo Village, some residents still choose to delay marriage registration, one reason being the age requirement stipulated by law. This raises questions about the factors underlying the delay in marriage registration in Ngariboyo Village. The research problem in this study is: What are the factors influencing the delay in marriage registration in early marriages in Ngariboyo Village, Ngariboyo Subdistrict, Magetan Regency from a legal sociology perspective? And what are the implications of such delays? This study employs a qualitative-empirical research approach based on field data. The analysis method used is inductive, while data collection techniques include interviews, documentation, and observation. The study concludes that the factors contributing to the delay in marriage registration include insufficient age and reluctance to obtain a marriage dispensation, socio-cultural factors, lack of public knowledge about marriage registration, economic factors, and marriage by accident. The implications of delaying marriage registration are that the marriage is considered invalid and lacks legal standing. The wife does not have rights to alimony or joint property in the event of a separation. The child does not have civil relations with the father and the father's family and is not entitled to inheritance from the father. The persistence of these delays is due to the community's lack of awareness of the applicable marriage laws.

References

Abdurahim, A. (2022). Efektivitas Hukum Islam Dalam Penundaan Perkawinan Di Masa Pandemi COVID-19: Indonesia. Jurnal Nalar Keadilan, 2(2), 1–11.

Ali, H. Z. (2023). Sosiologi hukum. Sinar Grafika.

Anshor, A. M. (2021). Implikasi Prosedur Pencatatan Perkawinan Pada Masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Perspektif Fiqih Nusantara. Analisis: Jurnal Studi Keislaman, 21(2), 203–230.

Anshori, T. (2019). Analisis Usia Ideal Perkawinan dalam Perspektif Maqasid Syari’ah. Al-Syakhsiyyah: Journal of Law & Family Studies, 1(1).

Black, D. (1991). Sociological Justice. HeinOnline.

Fadilah, D. (2021). Tinjauan dampak pernikahan dini dari berbagai aspek. Jurnal Pamator: Jurnal Ilmiah Universitas Trunojoyo, 14(2), 88–94.

Faishol, I. (2019a). Implementasi Pencatatan Perkawinan di Indonesia (Studi atas Undang-Undang Perkawinan No. 1 Tahun 1974). Ulumul Syar’i: Jurnal Ilmu-Ilmu Hukum Dan Syariah, 8(2), 1–25.

Faishol, I. (2019b). Pencatatan Perkawinan Dalam Hukum Kekeluargaan Di Indonesia. Jurnal Ulumul Syar’i, 8(2), 1–25.

Fithriatus Shalihah, S. H. (2017). SOSIOLOGI HUKUM: Dr. Fithriatus Shalihah, SH,. MH. Fithriatus Shalihah.

Friedman, L. M. (2001). American Law An Introduction, 2nd Edition (Hukum Amerika: Sebuah Pengantar, Penerjemah: Wisnu Basuki). Tatanusa.

Friedman, L. M. (2019). Sistem Hukum: Perspektif Ilmu Sosial. Nusamedia.

Hikmah, M. (2018). Quo Vadis Penundaan Pencatatan Perkawinan bagi Wanita Hamil di Luar Nikah. Journal de Jure, 10(1).

Hoogvelt Ankie, & Alimandan. (1995). Sosiologi Masyarakat Sedang Berkembang. Rineka Cipta.

Idayanti, S. (2020). Sosiologi Hukum. Tanah Air Beta.

Indonesia. (2004). Undang-undang perkawinan. Pustaka Widyatama.

Jayantiari, I. G. A. M. R., SH, M. K., Laksana, I. G. N. D., & SH, M. K. (n.d.). Hukum Progesif Dalam Studi Sosiologi Hukum. Zifatama Jawara.

Lathifah, I. (2015). Pencatatan perkawinan: melacak akar budaya hukum dan respon masyarakat Indonesia terhadap pencatatan perkawinan. Al-Mazaahib: Jurnal Perbandingan Hukum, 3(1).

Maudina, L. D. (2019). Dampak pernikahan dini bagi perempuan. Jurnal Harkat: Media Komunikasi Gender, 15(2), 89–95.

Mubarok, N. (2017). Sejarah Hukum Pencatatan Perkawinan di Indonesi. Justicia Islamica Jurnal Kajian Hukum Dan Sosial, 14(1), 71–86.

Musyarrafa, N. I., & Khalik, S. (2020). Batas Usia Pernikahan Dalam Islam; Analisis Ulama Mazhab Terhadap Batas Usia Nikah. Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab Dan Hukum.

Orlando, G. (2022). Efektivitas Hukum dan Fungsi Hukum di Indonesia. Tarbiyah Bil Qalam: Jurnal Pendidikan Agama Dan Sains, 6(1).

Prasetyo, A. B. (2020). Akibat Hukum Perkawinan Yang Tidak Dicatatkan Secara Administratif Pada Masyarakat Adat. Administrative Law and Governance Journal, 3(1), 23–34.

Rhomadhoni, D. N. (2023). Penundaan Pencatatan Perkawinan Dalam Pernikahan Dini Studi Kasus Di Desa Ngariboyo Kecamatan Ngariboyo Kabupaten Magetan. IAIN Ponorogo.

Safira, M. E. (2012). Kajian Hukum Progresif Terhadap Pasal 2 Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan. Justicia Islamica, 9(1).

Salmah, S. (2016). Pernikahan dini ditinjau dari sudut pandang sosial dan pendidikan. Al-Hiwar Jurnal Ilmu Dan Teknik Dakwah, 4(1).

Satjipto Raharjo. (1983). Hukum Dan Perubahan Sosial. Alumni.

Serlika Aprita, S. H. (2021). Sosiologi Hukum. Prenada Media.

Shufiyah, F. (2018). Pernikahan dini menurut hadis dan dampaknya. Jurnal Living Hadis, 3(1), 47–70.

Soekanto, S. (1982). Kesadaran hukum & kepatuhan hukum: suatu percobaan penerapan metode yuridis-empiris untuk mengukur kesadaran hukum dan kepatuhan hukum mahasiswa hukum terhadap peraturan lalu lintas. Rajawali.

Soekanto, S. (1985). Perspektif Teoritis Studi Hukum dalam Masyarakat.

Soekanto, S. (1994). Pokok Pokok Sosiologi Hukum. Raja Grafindo Perkasa.

Soekanto, S. (2002). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penegakan Hukum. Raja Grafindo Perkasa.

Tampubolon, E. P. L. (2021). Permasalahan Perkawinan Dini di Indonesia. Jurnal Indonesia Sosial Sains, 2(05), 738–746.

Usman, R. (2017). Makna pencatatan perkawinan dalam peraturan perundang-undangan perkawinan di Indonesia. Makna Pencatatan Perkawinan Dalam Peraturan Perundang-Undangan Perkawinan Di Indonesia.

Yahman, S. H. (2020). Pengantar Sosiologi Hukum. Jakad Media Publishing.

Downloads

Published

2025-02-18

How to Cite

Murtadlo, M. A., & Rhomadhoni, D. N. (2025). Legal Sociology Analysis on the Delayed Registration of Early Marriages in Ngariboyo, Magetan. Musabab, 1(1), 14–25. Retrieved from https://journal.shafiyyah.org/index.php/musabab/article/view/4

Issue

Section

Articles

Citation Check